Langsung ke konten utama

PEMBENTUKAN KERANGKA KARBON DAN TRANSFORMASI GUGUS FUNGSI

PEMBENTUKAN KERANGKA KARBON DAN TRANSFORMASI GUGUS FUNGSI

A.   pembentukan kerangka karbon

Jadi yang dinamakan kerangka adalah sebuah susunan yang membentuk suatu pondasi didalam sebuah ikatan. Yang dimana kerangka karbon ini merupakan yang membentuk "tulang punggung" pada atom karbon tersebut yang berasal pada setiap molekul organik. Dimana karbon ini adalah senyawa yang paling mudah diumpai yang paling besar, bersifat stabil dan juga kekayaannya pada alam yang erlimpah membuat karbon sangat berrmanfaat bagi manusia. Jadi pembuatan kerangka karbon ini menjadi titik acuan untuk sintesis senyawa organic.  Disetiap atom karbon tersebut akan ada yang mengikat membentuk suatu  ikatan, semakin panjang kerangka karbon maka semakin berubah struktur yang terbentuk. Molekul yang hanya mengandung hidrogen dan karbon disebut hidrokarbon. Hidrokarbon yang sering membentuk rantai panjang pada atom karbonnya.

Jadi yang awal ini akan mampu dilihat dalam kerangka karbon dari produk yang dimampukan menjadi menjadi suatu kombinasi fragmen berikut:


Jika dilihat dari kerangkia awal karbon ini diimana terlebih dahulu harus memikirkan dalam mereaksikan yang pas dalam membentuk kerangka dalam menyatukan pecahan-pecahan ini untuk mereformasi rantai. Jadi diatas untuk C-C pembentukan ikatan, kita dapat menyingkirkan yang nomor 1, 2, 4, 8, dan 9. Selanjutnya 1 dan 4  tidak bisa digunakan karena reaksi tidak cocok untuk membuat rantai tidak bercabang. 8 dan 9 juga tidak bisa digunakan karena mereka membuat cincin, bukan rantai dan terakhir 2 tida bisa karena tidak bekerja dengan baik tanpa adanya kelompok penggerak. Reaksi 3 dapat digunakan untuk menggabungkanC1 dan C7 menjadi C8, seperti dengan penambahan radikal CBrCl3 menjadi 1-hepten

 


Adapun suatu reaksi dalam pembentukan ikatan karbon-karbon itu dengan adanya beberapa dari referensi sumber bagiannya yaitu:


Dalam hal ini dikatakan karbon tersebut kumpulan beberapa senyawa yang membentuk rantai panjang dengan atomnya sendiri. Jadi cabang dari karbon ini yaitu kerangka karbon. Kerangka dari semua molekul organic terbentuk dari ikatan C-C. Berikut merupakan reaksi pembentukan ikatan karbon 

1. Reaksi Grignard. 

Dalam suatu Reagen Grignard bila dicampurkan pada keton, aldehid, dan ester nantinya akan untuk membentuk ikatan C-C. Reagen Grignard adalah bagian dari alkil Reagen Grignard berfungsi sebagai nukleofil, yang akan bersaing pada atom karbon elektrofil dalam ikatan gugus karbonil. 

2. Alkilasi Enolat

Pada pembentukan ini dimana Enolat yaitu nukleofil yang bagus. Adapun dalam penambahan keton atau ester dengan catatan harus basa kuat dan kemudian sebuah alkil halide sangan bertujuan untuk pembentukan ikatan C-C melalui reaksi SN2

3.    Reaksi Aldol 

Jadi dalam ini reaksi penggabungan dua senyawa karbonil pada reaksi aldol. Jadi nantinya Enolat itu direaksikan dengan aldehid dan keton untuk membentuk ikatan C-C. Kemudian pembentukan suatu senyawa baru β-hidroksi karbonil. 


4.  4. Kondesasi Claisen

Sama dengan suatu reaksi aldol, dimana enaloat itu direaksikan pada

ester dan itu akan bertujuan dalam membentuk ikatan C-C. Produknya

nanti akan dihaislkan β-keton


B.   Transformasi Gugus Fungsi

Jadi suatu transformasi gugus fungsi ini dikenal dengan suatu sintesis orgaik. Yang dimana nanti suatu gugus – gugus itu akan berubah menjadi suatu transformasi dikenal pada hal ini dalam membuat kerangka yaitu istilah seperti substitusi, adisi eliminasi, reduksi dan oksidasi. Suatu molekul target disintesis dengan menggabungkan fragmen molekul yang lebih kecil untuk membentuk molekul yang lebih besar atau sebaliknya memecahkan ikatan untuk menghasilkan 2 molekul yang lebih besar.

1. Alkil klorida

 


Alkil klorida dapat di transformasi dengan awalnya yaitu ROH. Yang mana dapat menggunakan reagent SOCl2 + ZnCl2 , PCl3 or PCl5 , [Ph3P+Cl2 > Ph3P+-Cl]Cl-   ,  Ph3P+CCl4> Ph3P+-CCl4l3]Cl-

 

Seperti  contoh ROH di reaksinya menggunakan reagent SOCl3 dan katalis ZnCl2 menghasilkan R-Cl. Ini merupakan reaksi maju. Kalau kebalikan nya adalah reaksi mundur

2. Alkil bromida


 Pada hal ini awalnya menggunakan ROH akan ditransformasi pada alkil bromide dengan reagentnya. Namun selain ROH , kita bisa menggunakan RCOOH dengan reagent HgO + Br2. Dan juga alkil bromida bisa juga berawal dari alkena. Alkena ke alkil bromida menggunakan reaksi adisi. Apabila alkil bromida menggunakan HBr. Jika mengikuti markovnikov menggunakan bebas radikal (bebas teroksida). Dan apabila anti markovnikov , maka dari itu bisa menggunakan BH3.THF.

Likn Vidio Pribadi : https://youtu.be/_Epge3-Cre0

PERMASALAHAN:

1.   Pada suatu gugus fungsi akan mampu ditransformasikan menjadi gugus fungsi lain dimana berbagai cara yaitu substitusi, adisi, eliminasi, oksidasi dan reduksi. Jadi suatu transformasi gugus fungsi itu apakah dapat menggunakan lebih dari 1 cara untuk melakukan transformasi nya? Sertakan memberikan contoh reaksi yang bertransformasi!

2.   Bagaimanaita bisa mengetahui bahwa pada transformasi gugus fungsi itu melalui reaksi subtitusi ataupun eleminasi?

3.   Dalam proses pembentukan kerangka karbon dan dengan pereaksi Grignard, jadi bagaimana pereaksi tersebut akan dapat membentuk ikatan C-C?

Komentar

  1. baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095 akan menjawab permasalahan no 3 .
    Reaksi ikatan pembentukan karbon-karbon adalah reaksi organik di mana ikatan karbon-karbon baru terbentuk. Mereka penting dalam produksi bahan kimia buatan manusia seperti obat-obatan dan plastik.
    Pembentukan Ikatan C-C
    1 . Melalui reaksi radikal bebas
    Tidak terkendali, dapat melakukan reaksi berantai (tidak digunakan dalam sintesis).
    2 . Melalui reaksi antara C+ dengan C- Lebih terkendali (digunakan dalam sintesis).

    Karbon adalah salah satu dari beberapa elemen yang dapat membentuk rantai panjang atom sendiri, yang disebut katenasi. Hal ini ditambah dengan kekuatan ikatan karbon-karbon menimbulkan sejumlah besar bentuk molekul, banyak yang merupakan elemen struktural penting dari kehidupan, sehingga senyawa karbon memiliki bidang mereka sendiri.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Erina Shafura (A1C119068) akan menjawab permasalahan no 2. Kita dapat mengetahui berdasarkan yaitu untuk substitusi penggantian gugus nukleofil akan disebut subsitusi nukleofil. Jadi dari pergantian dari elektrofil sendiri disebut sebagai substitusi gugus dari elektrofilnya. Sehingga gugus elektrofil itu tidak dapat digantikan dengan gugusnya. Jadi dilihat dari itu maka ditandai dengan suatu perubahan maka akan terlihat sebagai ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap melalui tranformasi molekul kecil seperti HBr dan HCl. Sedangkan sebaliknya umumnya eliminasi itu bahwa atom H akan tereliminasi atau gugus hilang yang terikat oleh karbon yang sedikit dari mengikat hidrogennya.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 1. Transformasi gugus fungsi itu dapat dilakukan dari beberapa cara contohnya transformasi gugus fungsi hidroksil ditandai dengan perubahan dari senyawa alcohol menjadi senyawa alkil halida yang dikenal sbagai reaksi subsitusi. Atau dimana dengan cara reaksi eliminasi terkonversi yang menjadi senyawa alkena. Jadi transformasi gugus fungsi itu harus dilakukan dengan beberapa cara.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontrol Kinetika dan Kontrol Termodinamika dalam Sintesis Senyawa Organik

  Kontrol Kinetika dan Kontrol Termodinamika dalam Sintesis Senyawa Organik Seperti yang diketahui bahwa Kinetika merupakan tentang laju (kecepatan) dan   mekanisme reaksi. Sedangkan termodinamik itu menjadi mekanika statistk. Menurut salah satu ilmuwan menjelaskan dimana apabila kecepatan reaksi itu berbanding lurus dengan konsentrasi / tekanan zat–zat yang bereaksi maka itulah yang terjadi kecepatan inverse sukrosanya. Dalam kinetika dimana berhubungan pada laju reaksi yang akan diprediksi pada perubahan konsentrasi dan juga tekanan pada produk dan juga reaktan.   Seperti yang kita tahu bahwasanya didalam kimia organik di mana dua produk berbeda dapat terbentuk bergantung pada kondisi reaksinya. Nah itu disebut dengan kontrol kinetik dan termodinamika. Hasil potensial dari suatu reaksi biasanya dipengaruhi oleh dua faktor: 1.      Stabilitas relatif produk   itu adalah menjadi faktor termodinamika. 2.      Tingkat pem...

Rancangan sintesis Aspirin dan Asam sinamat

Rancangan Sintesis Asam Aspirin Pembuatan dalam merancang atau mendesai dari sintesis aspirin ini bahan utamanya adalah asam salisilat. Dimana asam salisilat sering disebut orang sebagai obat penyembuh dari anti nyeri, penurun panas dan juga sebagai anti peradangan yang dimana dia itu adalah sebagai turunan salisilat menjadi senyawa anlgesik, anti inflamasi dan anti piretik. Asam salisilat (o-hidroksi asam benzoat)   yaitu salah satu senyawa bifungsional, yaitu gugus fungsihidroksil dan fungsi karboksil. Struktur Aspirin  Cara dalam menghasilkan mendesain suatu aspirin dibutuhkan bahan dengan menreaksikan asam salisilat kedalam campuran anhidrida asam asetat dengan  suatu katalis H3PO4 tersebut dalam fungsi sebagai zat penghidrasi dalam mensintesis aspirin. Fungsi asam salisilat sebagai fenol (hidroksi benzene) dan juga berfungsi sebagai asam benzoat. Dimana ini akan mengandung dua gugus –OH dan –COOH. Dimana pada asam tersebut bisa sebagai fenol, asam salisilat dapat men...